Kemajuan teknologi sangat pesat dan ini merupakan kemajuan yang paling pesat. Dalam tiga puluh tahun, dunia akan sangat berbeda karena adanya gelombang inovasi yang akan diluncurkan di masa depan. Inovasi-inovasi ini akan mentransformasi industri secara menyeluruh dan mentransformasi setiap aspek kehidupan manusia, tak terkecuali cara perekonomian global akan terbentuk. Dalam banyak hal, inovasi ini diperlukan untuk memecahkan beberapa tantangan yang kita hadapi saat ini.
Satu-satunya hal yang mungkin perlu ditambahkan adalah –– inovasi yang muncul ini harus didasarkan pada “Cloud, operasi pengembangan (DevOps), kecerdasan buatan (AI), Otomatisasi Cerdas.” Keempat pilar ini adalah kunci yang akan membawa kemungkinan-kemungkinan teknologi baru yang berdimensi dan meningkat, fleksibel, dan cerdas ke tingkat berikutnya.
Komputasi awan, sebagai tulang punggung bisnis dan masyarakat, akan tumbuh dan mencapai kematangannya pada tahun 2030. Orang dalam industri mengklaim bahwa pasar komputasi awan global akan melampaui $1 triliun, dengan penerapan sistem hybrid dan multi-cloud. Dunia usaha akan mengadaptasi desain cloud-native untuk menghadirkan kemampuan meningkatkan dan menurunkan permintaan dengan cepat, menyediakan segalanya mulai dari analitik hingga realitas virtual.
Selain itu, dengan munculnya paradigma baru yang disebut edge computing yang menyiratkan bahwa sebagian besar tuntutan komputasi terpenuhi saat data dihasilkan, platform cloud harus menemukan mitra yang saling melengkapi. Jika disederhanakan, edge computing akan memungkinkan industri termasuk otomotif, kesehatan, dan kota pintar untuk bekerja secara otoritatif.
Cara lain perubahan praktik akan mendorong inovasi adalah melalui penerapan DevOps. Otomatisasi dan jalur pengiriman berkelanjutan akan menjadi prioritas dalam siklus pengembangan perangkat lunak pada tahun 2030 sehingga kemampuan banyak organisasi untuk berinovasi dan merespons peluang pasar akan ditingkatkan. Sebuah laporan oleh MarketsandMarkets menunjukkan bahwa pasar DevOps diperkirakan akan meningkat dari $10,4 miliar pada tahun 2023 menjadi $25 miliar pada tahun 2030.
Pertumbuhan ini merupakan hasil dari meningkatnya penggunaan metodologi agile sebagai cara melakukan operasi dalam organisasi. Hal ini khususnya terjadi karena DevOps secara signifikan berfokus pada kerja sama dan otomatisasi yang akan mengubahnya menjadi konsep utama transformasi bisnis digital yang memperpendek siklus pengembangan serta meningkatkan kualitas produk akhir, apa pun industrinya.
Saat ini, penerapan AI sudah dimulai di berbagai industri dan pada tahun 2030 hal ini akan menjadi sangat jelas. Dari analisis prediktif hingga entitas self-driving, karakteristik pembelajaran akan mengubah model operasional perusahaan. Menurut PwC, AI akan menghasilkan hingga $15,7 triliun dalam perekonomian global pada tahun 2030 dengan peningkatan kemajuan dalam NLP, CV, dan AI generatif.
Mungkin itulah sebabnya salah satu bidang AI yang paling nyata dan menjanjikan adalah bidang kesehatan. Diagnostik prediktif, kesehatan cerdas, dan perawatan cerdas akan mengubah praktik pasien untuk memungkinkan diagnosis penyakit yang lebih tepat menggunakan kecerdasan buatan. Di bidang manufaktur, teknologi pemeliharaan prediktif AI akan mengurangi waktu tidak aktif saat bekerja, sedangkan di sektor keuangan, AI akan meningkatkan kapasitas dalam memalsukan penipuan dan tantangan risiko.
Kecerdasan mesin dan integrasi kecerdasan buatan dengan robotika akan menjadi pendorong utama pekerjaan di masa depan. Pada titik ini, otomatisasi proses robotik dan bot cerdas akan menjadi bagian dari industri sebagai sarana peningkatan manufaktur. Otomatisasi cerdas akan memberikan nilai $4,2 triliun bagi perekonomian global pada tahun 2030, menurut Deloitte, seiring dengan upaya perusahaan untuk mengurangi limbah dengan mengotomatiskan proses.
Salah satu tren utama yang akan berkembang lebih jauh adalah Hyper Automation – sebuah strategi di mana berbagai alat otomasi canggih merancang dan mengintegrasikan proses yang lengkap. Namun hal ini juga akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi, juga memberikan peluang untuk memperluas pekerjaan yang dilakukan oleh personel manusia ke tugas-tugas lain yang lebih kreatif.
Cloud, DevOps, AI, serta otomatisasi cerdas semuanya akan membangun sinergi yang akan menghasilkan inovasi transformatif. Misalnya, platform AI cloud-native yang akan menyediakan sarana untuk proyek AI dalam organisasi akan memungkinkan organisasi untuk memperluas proyek AI mereka dengan lancar sambil menggunakan DevOps untuk menjaga kinerja platform ini sebagai sistem pengiriman berkelanjutan. Khususnya, otomatisasi cerdas yang didukung oleh AI juga akan berjalan pada infrastruktur cloud untuk memproses data dalam jumlah besar secara real-time.
Perusahaan akan menyaksikan tingkat ketangkasan, kecanggihan, dan kemampuan penyembuhan yang belum pernah ada sebelumnya karena semua inovasi ini saling berhubungan. Meski menarik, peluangnya tidak terhitung banyaknya: mulai dari energi terbarukan yang membutuhkan analisis bertenaga AI hingga rantai pasokan cerdas yang berjalan di cloud.
Menyongsong tahun 2030 dan seterusnya, profil teknologi untuk dunia usaha akan lebih dinamis, lebih kaya, dan menjadi tuan rumah bagi perubahan dramatis. Transformasi ini akan dimungkinkan oleh inovasi yang didasarkan pada cloud, DevOps, AI, dan otomatisasi cerdas. Hal ini akan memungkinkan organisasi untuk berkembang di dunia yang terus berkembang, menciptakan operasi yang lebih efektif, dan mengatasi isu-isu yang menjadi perhatian sosial, misalnya keberlanjutan dan keberagaman.
Namun sangat penting untuk memasuki era pemikiran inovatif ini dengan lebih hati-hati dan proaktif. Risiko dan etika, kepatuhan, dan tata kelola yang kuat serta fokus pada prinsip ‘tidak meninggalkan siapa pun’ akan sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh umat manusia mendapat manfaat dari teknologi ini.