Memperkuat ekosistem mata uang digital dan blockchain
Dampak dari larangan Binance menyoroti hambatan regulasi yang dihadapi pertukaran mata uang digital di Filipina. Wawasan Infrawatch PH menekankan pentingnya kepatuhan terhadap undang-undang setempat, karena regulator seperti SEC dan BSP meningkatkan persyaratan pendaftaran ganda untuk perusahaan dan penyedia layanan aset virtual. Meskipun pelarangan ini menyoroti tantangan yang ada, hal ini juga memperkuat kebutuhan akan platform yang transparan dan aman, sehingga mendorong pengguna di Filipina untuk beralih ke bursa lokal yang terdaftar.
Pada sisi yang lebih inovatif, adopsi blockchain mendapatkan daya tarik di berbagai sektor. Salah Satu Pendiri Twala, Third Bagro, menunjukkan bagaimana potensi blockchain dimanfaatkan untuk manajemen dokumen digital yang aman. Sementara itu, integrasi blockchain ke dalam pendidikan, yang dipimpin oleh Departemen Sains dan Teknologi (DOST) bekerja sama dengan Sekolah Menengah Sains Filipina (PSHS), menunjukkan pendekatan berpikiran maju terhadap verifikasi kredensial, menyederhanakan proses bagi siswa dan institusi.
Block Dojo juga muncul sebagai kekuatan transformatif, memberdayakan startup Filipina dengan sumber daya, bimbingan, dan pendanaan untuk mewujudkan ide-ide visioner. Melalui program akselerator terstrukturnya, Block Dojo menyediakan alat bagi wirausahawan untuk mengembangkan solusi berbasis blockchain yang mengatasi tantangan lokal dan global. Kesuksesan kelompok startup ini, seperti terlihat pada Investor’s Night, menyoroti semakin besarnya potensi startup Filipina untuk bersaing di panggung dunia, sehingga semakin memperkuat reputasi negara tersebut sebagai pusat inovasi.
Merintis AI dan penerapannya
Pendirian Pusat Penelitian AI di Filipina menandai titik balik penerapan AI di negara tersebut. Dengan mengembangkan solusi lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Filipina, pusat ini membuka jalan bagi inovasi di berbagai sektor mulai dari pertanian hingga tanggap bencana. Selain itu, peran AI dalam memerangi ancaman keamanan siber terungkap ketika para ahli mengeksplorasi bagaimana alat AI dapat melawan penipuan yang semakin canggih.
Seiring dengan kemajuan teknologi AI, diskusi mengenai penerapan yang bertanggung jawab menjadi sangat penting. Upaya ini bertujuan untuk memastikan praktik etis dan akses seimbang terhadap peluang berbasis AI bagi seluruh masyarakat Filipina.
Munculnya inisiatif fintech dan e-Government
Pertumbuhan Fintech berlanjut pada tahun 2024, dengan platform yang memberdayakan masyarakat Filipina melalui alat keuangan yang dapat diakses. Munculnya sistem pembayaran seluler, platform pinjaman digital, dan aplikasi investasi mengubah cara masyarakat Filipina berinteraksi dengan uang. “Aplikasi eGov PH” semakin mempercepat transformasi digital ini, menyederhanakan layanan pemerintah dan mendorong transparansi dan efisiensi yang lebih besar.
Pada Digital Pilipinas Festival, Filipina ditampilkan sebagai jembatan digital ASEAN. Acara ini menggarisbawahi posisi strategis negara ini sebagai pusat inovasi digital di Asia Tenggara, sehingga semakin meningkatkan potensinya sebagai pemimpin di bidang fintech dan e-governance.
Dukungan legislatif terhadap teknologi baru
Perundang-undangan memainkan peran penting dalam membentuk ekosistem teknologi. Undang-Undang CREATE More menekankan komitmen pemerintah untuk mendorong inovasi dengan menawarkan insentif pajak untuk penelitian dan pengembangan teknologi baru. Inisiatif ini mendorong lebih banyak startup untuk mengeksplorasi solusi Web3 dan aplikasi blockchain, sehingga memperkuat posisi negara tersebut di arena teknologi global.
Startup Web3 mengantarkan inovasi
Meskipun ada tantangan dalam penerapannya, startup Web3 di Filipina telah membuat kemajuan signifikan dalam desentralisasi. Para wirausahawan telah memanfaatkan kreativitas dan kolaborasi untuk membangun solusi yang menjanjikan untuk mendefinisikan kembali industri. “Kami melihat kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya antara startup lokal dan raksasa teknologi global,” kata Bo Lundqvist, CEO Retail Associates. Perusahaan Lundqvist menunjukkan sinergi ini melalui kemitraannya dengan Microsoft (NASDAQ: MSFT), yang mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam operasi ritel. “Kemitraan kami adalah bukti bagaimana blockchain dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi proses bisnis sehari-hari dengan lancar.”
Selain itu, pemain lokal seperti Twala telah menunjukkan bagaimana Web3 dapat memenuhi kebutuhan spesifik masyarakat Filipina. Third Bagro, Salah Satu Pendiri Twala, berbagi bagaimana platform tanda tangan digital bertenaga blockchain mereka mengurangi penipuan dan menyederhanakan manajemen dokumen. “Blockchain bukan sekadar kata kunci di sini,” jelas Bagro. “Ini adalah solusi nyata terhadap inefisiensi yang banyak kita hadapi sehari-hari.”
AI dan blockchain: Mendefinisikan ulang model bisnis
Konvergensi teknologi AI dan blockchain telah mengubah bentuk industri mulai dari layanan kesehatan hingga manajemen rantai pasokan. Teknologi ini mengubah model bisnis tradisional dengan mendorong efisiensi, keamanan, dan transparansi.
“AI dan blockchain bersama-sama merupakan pengubah permainan bagi industri layanan kesehatan,” kata Dr. Adrian Ang, pionir dalam aplikasi layanan kesehatan blockchain di Filipina. “Bayangkan memiliki catatan pasien yang sangat aman dan mudah diakses, sambil tetap menjaga privasi melalui sistem yang terdesentralisasi. Itulah masa depan yang sedang kami bangun.”
Keamanan siber juga menjadi pusat perhatian tahun ini ketika penipuan yang didorong oleh AI melonjak secara global. Para pemimpin lokal menekankan pentingnya memanfaatkan AI untuk melawan ancaman-ancaman ini. “AI dapat melawan AI,” kata pakar keamanan siber Regina Mercado pada Digital Pilipinas Festival 2023. “Kuncinya adalah tetap menjadi yang terdepan dengan memahami cara pelaku kejahatan beroperasi dan menggunakan AI sebagai alat pertahanan.”
Ke depan: Masa depan teknologi Filipina
Terobosan-terobosan yang terjadi pada tahun 2024 telah membuka jalan bagi pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan pada tahun 2025. Pembelajaran yang diperoleh—mulai dari tantangan regulasi hingga kekuatan transformatif dari kolaborasi—pastinya akan membentuk masa depan ekosistem digital di negara ini. Ketika Filipina memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam bidang teknologi, fokusnya harus tetap pada mendorong inklusivitas, memastikan praktik-praktik etis, dan memanfaatkan inovasi untuk mengatasi tantangan-tantangan sosial yang mendesak.
Menurut para pengusaha dan pakar yang mendorong transformasi ini, Filipina tidak hanya mengadopsi teknologi namun juga menata ulang teknologi demi masa depan yang lebih baik dan lebih terhubung. Ini tahun 2025 dan babak selanjutnya dari evolusi digital.